Merindu

Kala rindu mulai menyapa

mendekap pelan hingga ke tulang

sendi-sendi pun mulai mengilu

menahan dekapan rindu yang semakin erat

rindu apa gerangan ini

hingga hati pun ikut terdekap akhirnya

rindu belahan hati yang tak kunjung bertemu

untuk kesekian kalinya

 

rindu ini ingin bertemu

melepas senyum didepan wajahnya

bercengkerama dengan riang seperti dulu

rindu..

 

Rindu, aku tahu rasanya rindu

rindu

aku rindu

 

 

10 November 2017

Kota Bandung

Iklan

Semua Berawal Dari Niat

Setiap kegiatan yang dilakukan oleh manusia tentunya memiliki niat. Niat itu sendiri dalam kamus bahasa Indonesia artinya maksud atau tujuan suatu perbuatan. Niat kita untuk minum adalah menghilangkan haus. Niat makan untuk menghilangkan rasa lapar. Niat bekerja untuk melangsungkan kehidupan di dunia. Begitu pula dalam aktifitas apapun. Termasuk dalam sebuah organisasi, tahu kan arti organisasi? Yah, sekumpulan orang yang memiliki visi dan misi yang sama. Apa itu visi dan misi? Tak lain adalah tujuan. Kembali lagi pada awal pembahasan, apa itu tujuan? Itulah niat. Organisasi adalah sekumpulan orang yang memiliki niat sama. Organisasi pecinta fotografi, mereka memiliki niat untuk menyalurkan hobi mereka. Memotret. Menginginkan saling tukar informasi, dan dapat mengembangkan kemampuan diri.

Dalam suatu organisasi tentu tak lepas dari yang namanya lika-liku, suka duka, masalah, perbedaan pendapat dan beragam warna lain yang pastinya butuh kecerdasan emosional dalam diri setiap orang yang mengikuti organisasi. Organisasi itu seperti taman, tak hanya satu bunga yang hadir disana tapi lebih dari satu. Bagaimana warna bunga tersebut? Berwarna-warni, tak satu warna. Tapi apa yang dilihat? Sungguh sangat indah bukan? Begitu pula didalam organisasi.

Manusia, adalah individu yang memiliki karekter berbeda. Kembar sekalipun. Karakter dan sikap yang dimiliki tetaplah berbeda. Setiap individu memiliki pemikiran dan jalan masing-masing. Ada yang berfikir tentang A dan ada yang berfikir tentang B. begitu pula bunga di taman, warna ukuran dan bau mereka berbeda-beda. Tapi apa yang dihasilkan? Keindahan taman yang dapat kita nikmati. Begitu pula dalam organisasi, perbedaan karakter, sikap, pemikiran, dan perbedaan lain bukan dijadikan masalah atau penghambat organisisi tersebut. Tapi jadikan sebagai kekuatan untuk mencapai niat awal tadi.

Contohnya, dalam sebuah organisasi kepenulisan tentu memiliki niat yang sama yaitu mengembangkan bakat menulis. Sebut saja Orpen. Orpen berencana mengadakan sebuah seminar kepenulisan sebagai perwujudan pengembangan diri mereka. Ada anggota yang suka bicara disana maka bisa dijadikan sebagai MC, ada yang senang berinteraksi dengan orang bia dijadikan sebagai humas. Ada yang sangat pendiam dan sulit berkomunikasi, bisa dijadikan sebagai seksi belakang layar seperti sekretaris creative design dan beragam perbedaan lain yang akan menjadikan seminar tersebut berjalan. Indah bukan? Perbedaan tersebut dapat menyajikan sebuah seminar yang bermanfaat.

Niat, kenapa saya mengangkat tema ini dalam tulisan saya kali ini? Ya, karena manusia sering lupa dengan niat awalnya. Banyak sekali saya menemukan, orang-orang yang awalnya bersemangat dalam sebuah organisai namun diakhir menurun bahkan bisa dibilang berhenti dalam organisasi tersebut. Sungguh sangat disayangkan. Alasan yang muncul pun berbeda-beda, malu karena tidak ikut satu atau dua kegiatan, tidak menyumbangkan kontribusi. Terlalu berharap pada manusia hingga akhirnya membuatnya kecewa.

Sungguh sangat disayangkan, apa niatmu masuk dalam sebuah organisasi? Apakah sudah tercapai niat yang ingin kamu peroleh tersebut? Ya? Atau tidak? Jika belum lalu apa yang salah? Dari diri kitakah? Tentunya jangan salahkan organisasinya, karena ia hanyalah sebuah wadah yang menaungi. Sedangkan manusia adalah penggerakknya. Organisasi tidak akan bergerak jika Sumber Daya Manusianya (SDM) tidak bergerak. (Kota Bandung, Senin malam)

Museum Sonobudoyo

Museum lainnya yang ada di Yogyakarta adalah Museum Sonobudoyo, terletak di jalan Trikora/ Pangurakan No 6 Yogyakarta. Museum ini diresmikan pada tanggal 6 November 1935. Museum ini awalnya berupa yayasan yang berusaha untuk menjaga warisan budaya khususnya Jawa, Bali dan Madura. Koleksi-koleksi yang disajikan pun meliputi budaya Jawa, Bali dan Madura. Bangunan museum ini dulunya merupakan bekas pos penjagaan. Dialhikan menjadi bangunan museum.

Dari segi Entrance, ketika berjalan menuju museum penyusun kira tidak ada bangunan museum disana. Karena lokasinya yang kurang menonjol. Papan pengumuman atau nama museumpun kurang berkesan. Namun ketika masuk kit sudah disambut oleh  suara musik gamelan beserta alat musik lainnya. Museum ini pun menyediakan lahan parkir yang cukup untuk menampung pengunjung.

Dari segi Collection, museum ini menyajikan koleksi kebudayaan Jawa, Bali dan Madura. Dari alat-alat kecil, permainan tradisional, baju adat, batik, dan jenis lainnya. Miniatur, miniatur candi. Publice area yang terdapat pada museum ini berupa tempat menonton pagelaran yang rutin dilakukan oleh museum.

DISPLAYS & EXHIBITIONS yang disajikan oleh musuem cukup apik, koleksi ada yang disimpan didalam lemari kaaca dengan penjagaan yang sangat ketat berupa kunci lemari, pendeteksi kemalingan dan cctv pada setiap ruangan. Pengunjung yang hadir akan dibawa berkeliling dengan satu arah saja.

Pelayanan (ISITOR SERVICE) yang diberikan kepada pengunjung cukup baik, selain ada pemandu museum juga menyediakan kursi pada setiap ruangan untuk  duduk, sehingga pengunjung tidak akan terlalu merasa pegal.

EVALUATE untuk musuem ini mungkin dari segi pencahayaan yang kurang. Koleksi terkesan gelap. Meskipun sudah ada lampu untuk mengantisipasinya. Kotak saran yang ada bisa dipergunakan lewat online jika kotak saran manual sudah tidak terpakai.

IMG_20161124_114559.jpg

Museum Vredenberg

Salah satu museum yang terkenal di Yogyakarta adalah museum Vredenberg, Museum ini dulunya merupakan sebuah benteng. Benteng yang dibangun oleh Belanda ini memiliki fungsi tersembunyi untuk keraton. Salah satunya adalah untuk mengawasi kegiatan keraton Yogyakarta yang semakin pesat berkembang. Posisi benteng sangat strategis berada dijalan utama, dan memiliki jarak tembak yang sesuai terhadap keraton, strategi ini dibuat sebagai ancang-ancang jika keraton mulai menjauh dari Belanda.

Benteng ini dibangun pada tahun 1760. Desain bangunan dikelilingi oleh parit untuk menghindari serangan dari Yogyakarta. Museum ini luasanya kurang lebih 2100 meter. Awal namanya adalah Rustenberg yang bermakna persitirahatan. Kemudian dipugar kembali tahun 1765 oleh keraton sehingga namanya menjadi Vredeberg yang artinya perdamaian.

Bagunan ini memiliki fungsi yang berbeda setiap tahunnya setiap berbeda pengisinya. Dulu dijadikan alat pertahanan oleh belanda, kemudian dijadikan Belanda dan Jepang sebagai markas pertahanan. Kemudian saat dikuasai Indonesia dijadikan markas militer, dan sekarag dijadikan sebagai musuem.

Bagunan ini resmi menjadi musuem dan dibuka untuk umum semenjak tahun 1987. Awalnya bangunan ini dibanguan berupa bambu-bambu saja namun dengan bantuan keraton Yogyakarta bangunan menjadi seperti saat ini dengan beberapa kali pemugaran sampai sekarang. Fungsinya sekarang sebagai museum menjadi sangat indah. Ruangan-ruangan dalam museum dibedakan berdasarkan kronologi waktu.

Analisis kunjungan dari segi ENTRANCE (ketika masuk) sudah memikat hati hati saya dengan adanya air kolam didepan pintu beserta air mancur, suasana yang panas terasa sedikit sejuk. Jembatan yang menghubungkan antara luar dan benteng pun memiliki ketertarikan sendiri. Ketika masuk kita disuguhkan dengan sebuah lapangan dikelilingi bangunan berteras, dan depannya terdapat tempat duduk yang teduh. Ketika masuk kita akan langsung melihat petunjuk informasi. Petunjuk jalan, dan denah yang sangat membantu kita memahami lokasi dan rute musuem. Kesan yang didapatkan ketika masuk cukup membuat pengunjung semakin tertarik dengan musuem Vredenberg itu sendiri. Di halaman (lapangan) terdapat meriam dan beberapa patung. Selain itu pada teras didepan diorama 1 terdapat denah musuem secara tiga dimens membuat pengunjung semakin memahami denah museum.

img_20161124_120523

Denah Musuem

IMG_20161124_120542.jpg

Petunjuk arah

IMG_20161124_131501.jpg

Information centre

IMG_20161124_120707.jpg

Teras yang dapat dijadikan sebagai tempat istirahat

Dari segi COLLECTION, museum ini memiliki koleksi asli dan koleksi bukan asli. Koleksi asli seperti alat-alat makan peninggalan jaman dulu, mesin cetak, keris dan koleksi lain. Museum ini memiliki 7.000 buah kolesi dari jenis realia, replica, foto, lukisan dan koleksi lain. Koleksi bukan asli yang dimaksudkan penulis adalah koleksi yang menggambarakn peristiwa. Karena museum ini lebih menitikberatkan pada histori atau sejarah perjuangan dari saat penjajahan Belanda sampai sekarang. Sehingga penyajian koleksi lebih menitikberatkan pada miniatur peristiwa terjadinnya suatu sejarah. Penyajian museum disajikan dengan membagi 5 ruangan, 4 ruangan diorama dan 1 ruangan realia.

PUBLIC AREAS yang terdapat dimuseum ini seperti tempat penyewaan di lantai 2 salah satu gedung. Museum juga menyewakan berbagi tempat penyewaan gedung. Sering adanya lomba-lomba. Seperti lomba cerdas cermat museum.

Untuk DISPLAYS & EXHIBITIONS, tata kelola yang disajikan di pameran ini cukup bagus. Miniatur kejadian-kejadian bersejarah disajikan dengan dua cara, pertama dengan miniatur patung yang disajikan dalam lemari kaca tertutup dan terkunci sehingga pengunjung tidak bisa merusaknnya. Kemudian penyajian yang kedua melalui video yang disediakan pada tiap ruangan guna menjelaskan peristiwa dalam bentuk visual. Kolekis lain seperti mesin, alat makan, atau benda peninggalan lain ada yang disajikan secara langsung tanpa dimasukkan kedalam lemari kaca. Ada juga yang dimasukkan kedalam kaca. Ada juga koleksi yang digantung di dinding-dinding. Pengelola koleksi juga menyediakan keterangan-keterangan yang dirasa erlu pada setiap koleksi. Ada kode barcode yang bisa dibaca, namun penyusun masih bingung fungsinya tersebut untuk apa. Karean alat untuk membaca ditempat tidak ada.

VISITOR SERVICE yang diberikan oleh museum juga bagus, pengunjung diberikan pemandu, serta informasi-informasi. Pengunjung yang datang tidak akan terlalu pegal, karena hampir disetiap ruangan terdapat tempat duduk. Selain itu terdapat permainan untuk lebih mengenal tentang sejarah. Permainan ini dibuat dengan bantuan teknologi. pengelola juga menyediakan tempat pengunjung untuk memberikan masukkan bagi museum. Awalnya pengelola menyediakan dalam bentuk manual berupa kotak surat, naun seiring perkembangan pesan dapat disampaikan lewat komputer.

IMG_20161124_131510.jpg

Kotak saran manual

IMG_20161124_132934.jpg

Penyampaian pesan secara edigital

IMG_20161124_122122.jpg

Miniatur benteng

IMG_20161124_131242.jpg

Koleksi yang tidak disimpan dalam lemari

EVALUATE dari museum ini mengenai pencahayaan yang kurang sehingga pengelola mengantisipasinya dengan penggunaan lampu yang banyak. Alat elektronik dibeberapa urangan tidak berjalan sebagaimana mestinya. Tidak ada penjelasan mengenai penggunaan barcode

Bukan Profesi Biasa

Perpustakaan sebagai jantung sekolah memiliki peranan yang sangat penting dalam keberlangsungan pembelajaran di sekolah. Ibarat jantung dalam tubuh jika fungsinya terganggu maka kerja anggota tubuh yang lain pun akan terganggu. Begitu juga perpustakaan, pengolaan yang tidak baik akan berimbas pada proses pembelajaran yang buruk. Apalagi jika di sekolah tersebut tidak terdapat perpustakaan, akan muncul sebuah perntanyaan “hidupkah pembelajaran disana tanpa adanya jantung?”

Keberadaan perpustakaan pun harus diikuti dengan keberadaan seorang pustakawan. Ibarat otak dalam tubuh, pustakawan akan bekerja agar jantung tetap sehat dan berjalan normal. Jantung akan tetap berdetak jika dijaga dengan baik, begitupun perpustakaan. Pustakawan sebagai pengelola berkewajiban menjaga perpustakaan tetap berdetak normal.

Namun, tidak setiap perpustakaan memiliki seorang pustakawan. Sekolah sering menempatkan seorang guru yang kekurangan jam mengajar atau staf tata usaha yang dialihkan untuk mengisi pekerjaan di perpustakaan. Penempatan pun terkadang asal-asalan, orang yang dianggap bekerja tidak kompeten sering dialihkan ke perpustakaan. Bagaimana jadinya jantung tersebut bisa bekerja normal bila otak yang berkerja tidak kompeten?

Menurutu Undang-undang nomor 43 tahun 2007 tentang perpustakaan, pustakawan adalah seseorang yang memiliki kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan dan/atau pelatihan kepustakawanan serta mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan.

Seseorang yang ditempatkan di perpustakaan haruslah memenuhi kompetensi kepustakawanan. Kompetensi ini telah dijelaskan dalam permendiknas nomor 25 tahun 2008 tentang standar tenaga perpustakaan sekolah/madrasah. Disana dijelaskan seorang pustakawan sekolah haruslah memiliki kompetensi manajerial, pengelolaan informasi, kependidikan, kepribadian, sosial dan pengembangan profesi. Bila mengacu pada kompetensi tersebut sekolah harusnya menyeleksi setia orang yang akan ditempatkan di perpustakaan. Seleksi dapat didasarkan pada permendiknas tersebut.

Kompetensi pertama adalah manajerial, seorang pustakawan harus bisa mengatur pengelolaan perpustakaan yang ia pegang. Baik itu anggaran atau program kerja yang dilaksanakan, perpustakaan tidak bisa diam begitu saja. Ia haruslah berkembang, karena perpustakaan merupakan organisme yang berkembang. Kemudian pustakawan dapat melakukan perawatan koleksi. Baik itu pencegahan maupun perbaikan terhadap koleksi yang ada.

Kompetensi yang kedua adalah pengelolaan informasi, kompetensi ini meliputi pengembangan koleksi, pengorganisasian informasi, pemberian jasa sumber informasi, dan penerapan teknologi informasi. Kompetensi ini merupakan yang paling penting. Karena seorang pustakawan memilah dan memilih sumber informasi yang tepat untuk ditempatkan di perpustakaan.

Kompetensi ketiga meliputi kemampuan kependidikan, pustakawan dituntut untuk menyesuaikan misi perpustakan dengan misi sekolah. Salah satu kemampuan kompetensi disini adalah memberikan bimbingan literasi informasi, literasi informasi adalah kemampuan yang sangat penting dalam era informasi saat ini. Bila seorang yang ditempatkan di perpustakaan asal-asalan dan tidak memahami tentang literasi, bagaimana ia dapat memberikan bimbingan kepada penggunanya?

Kompetensi selanjutnya adalah komptensi kepribadian, sosial, dan pengembangan kepribadian. Kompetensi ini tentu dalam setiap profesi apapun harus dimiliki. Bagaimana jika orang yang ditempatkan di perpustakaan tersebut adalah orang yang malas bekerja? Tidak kompeten dan asal-asalan, tentu sudah tidak memenuhi kompetensi yang harusnya dimiliki oleh seorang pustakawan.

Menjadi seorang pustakawan bukanlah profesi biasa, ia adalah seorang ahli informasi, keberadaannya menjadi juru kunci di perpustakaan. Kunci-kunci ilmu pengetahuan yang ada di perpustakaan akan terbuka lebar manakala pustakawan berada di perpustakaan. (santi)

#perpustakaan#pustakawan

Museum Nuart

Kota Bandung, 11 Oktober 2016

Pada Selasa, 11 Oktober 2016 mahasiswa Perpustakaan dan Informasi 2014 mengadakan observasi pada salah satu museum pribadi di Kota Bandung, yaitu Museum Nuart Sculpture Park Lembang Bandung. Berlokasi di jalan Setraduta Kencana II no 11 Bandung 4001051. Pemiliknya bernama Nyoman Nuarta, seorang seniman lulusan dari ITB.

Nyoman Nuarta adalah seorang seniman yang terkenal karena pembuatan patung Garuda Wisnu Kencana di Bali yang masih dalam proses pembuatan untuk beberapa tahun kedepan. Ia membangun sendiri museumnya dari dana pribadi.

Museum Nuart, berlokasi di sekitar daerah yang sejuk dan dikelilingi oleh pepohonan, luas wilayahnya sekitar 3 hektar namun hanya beberapa yang dipakai untuk museum. Sisanya dijadikan sebagai lahan hijau.

Koleksi museum Nuart terdiri koleksi patung-patung yang dibuat sendiri oleh Pak Nyoman. Dari patung berukuran kecil sampai berukuran besar. Koleksi museum disimpan dibeberapa tempat, tidak hanya didalam ruangan tapi juga diluar ruangan. Patung-patung yang dibuat oleh Pak Nyoman banyak yang memiliki makna menyindir.

Sebelum kita diajak untuk melihat sendiri secara langsung koleksi, terlebih dahulu kita menyaksikan video singkat sekitar mengenai museum Nuart, Pak Nyoman dan tentang patung Garuda Wisnu Kencana (GWK). Setelah itu kita diajak untuk berkeliling.

Lokasi penyimpanan patung dibagi menjadi dua, yakni yang disimpan di luar dan disimpan didalam ruangan. Koleksi yang disimpan diluar lebih menonjolkan ciri tentang alam, seperti patung harimau, paus, ikan dan kuda. Meskipun didalam ruangan ada beberap koleksi mengenai hewan seperti patung domba dan hiu.

Lokasi yang dijadikan tempat museum sangat strategis karena dikelilingi oleh udara yang bersih, sehingga pengunjung dapat merasakan ketenangan ketika berkunjung. Selain itu pemilihan lokasi dilatarbelakangi oleh proses pembuatan patung GWK yang membutuhka tempat khusus.

Tak lengkap jika hanya membaca laporan dari saya. Ada baiknya teman-teman juga berkunjung ke tempat ini. Selain studi pembelajaran dan wisata teman-teman juga dapat menghirup udara segar untuk mengisi paru-paru yang selalu berinteraski dengan polusi dalam aktivitas sehari-hari. (santi)img_20161011_152738